Sabtu, 12 Desember 2015

Pentingnya berbagi kasih terhadap sesama


Seperti yang sudah kita ketahui  bahwa jaman sekarang sangat sedikit sekali orang yang melakukan kebaikan, karena kebanyakan jaman sekarang orang menjadi lebih egois dan lebih mementingkan dirinya sendiri. Maka dari itu alangkah baiknya jika orang-orang bisa lebih peka lagi terhadap pentingnya berbuat kebaikan bagi sesama.Dan  dengan kita berbuat kebaikan kita juga dapat berbagi kasih . Di dalam kita suci ada tertulis " Guru, hukum manakah yang terutama dalam hukum Taurat?” (ay. 36) Yesus kemudian menjawab bahwa hukum yang terutama dan pertama adalah mengasihi Allah dengan segenap hati, jiwa dan akal budi (ay.37-38) dan hukum yang kedua adalah mengasihi sesama seperti mengasihi diri sendiri (ay.39)" yang terdapat pada surat Matius 22:34-40. Dari kutipan ayat tersebut dapat kita teladani apa yang dikatakan Yesus bahwa "mengasihi sesama seperti mengasihi diri sendiri"  berarti dengan kita mengasihi sesama ataupun berbuat baik kepada sesama itu sama dengan kita mengasihi diri sendiri. disini saya juga akan memberikan penalaran yang lebih luas agar kita dapat lebih mengerti betapa pentingnya berbuat kasih:


  • Mengapa harus mengasihi?
  • Kalau manusia diciptakan dengan kodrat untuk dapat mengasihi Allah dan mengasihi sesama, maka pertanyaannya adalah mengapa Allah menciptakan manusia dengan kodrat seperti ini? Jawabnya adalah karena kita menemukan kebahagiaan kita di dalam kasih kepada Tuhan, dan tidak di dalam hal-hal lain, seperti: uang, kehormatan, kekuasaan, kesenangan, bahkan juga kebajikan. Pembahasan tentang hal ini, sudah pernah ditulis di artikel: Kebahagiaan kita hanya ada dalam Tuhan. Maka kalau kita ingin mendapat penghiburan dan kekuatan di dalam hidup ini kita harus kembali kepada Tuhan, kita harus mengasihi Tuhan. Alasan lain, mengapa Tuhan menciptakan manusia dengan kodrat untuk mengasihi adalah karena tanpa kasih, manusia tidak dapat mencapai Sorga. Begitu pentingnya kasih, sehingga rasul Yohanes mengatakan “Barangsiapa tidak mengasihi, ia tetap di dalam maut.” (1Yoh 3:14b) Dari ayat ini, kita dapat melihat bahwa untuk mendapatkan keselamatan, maka tidak ada cara lain, kecuali mengasihi. St. Agustinus menegaskan bahwa sama seperti manusia mempunyai dua kaki untuk berjalan, maka kita harus mengasihi Tuhan dan sesama untuk dapat mencapai Sorga. Sama seperti burung mempunyai dua sayap untuk terbang, maka kita harus mengasihi Tuhan dan sesama untuk dapat terbang ke Sorga. Lebih lanjut dia menegaskan bahwa sama seperti orang-orang kudus di Sorga mengasihi Allah dan mengasihi sesamanya, maka kita juga harus melakukan hal yang sama di dunia ini untuk mendapatkan kebahagiaan. Dari sini, kita dapat melihat bahwa mengasihi Tuhan dan mengasihi sesama sesungguhnya tidak terpisahkan. Rasul Yohanes menegaskan hal ini secara gamblang “Jikalau seorang berkata: “Aku mengasihi Allah,” dan ia membenci saudaranya, maka ia adalah pendusta, karena barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya.” (1Yoh 4:20)
Berikut adalah gambar-gambar beberapa saat yang lalu saat saya dan beberapa teman saya berbuat kasih terhadap sesama 

Berkunjuang ketempat anak-anak ABK ( anak berkebutuhan Khusus ) 



Diatas adalah beberapa foto saya dan teman-teman saya saat berkujung ke salah satu tempat anak-anak berkebutuhan khusus. Kesan saya saat berbuat kasih itu saya meresakan kesenangan tersendiri yang tidak bisa saya jelaskan dengan kata-kata. saya hanya meresa senang dan bahagia bisa membantu dan berkomunikasi dengan mereka walalupun mereka mempunyai keterbatasan yang sangat tidak memungkinkan untuk bisa berkomunikasi dengan kita.

Dari post-an blog saya yang ini saya mohon maaf apabila ada kesalahan ataupun saudara/i susah memahami apa yang ingin saya sampaikan , tetapi satu pesan saya dari blog ini " kasihilah sesama , karena dengan mengasihi sesam hidup kita akan penuh dengan kebahagiaan" .




Sabtu, 14 November 2015

Indahnya Perbedaan

Di indonesia sudah kita ketahui ada berbagai macam suku,ras,budaya maupun Agama . Diantara perbedaan itu kita adalah satu , mengapa ? karena bagaimana pun juga  kita ini adalah ciptaan Sang maha kuasa yaitu Allah.maka dari itu alangkah baiknya  kalau kita mulai dari sekarang belajar untuk menerima  perbedaan dan mengaggap perbedaan itu "Indah" . Mengapa saya beranggapan begitu , karena dari yang saya lihat ada beberapa orang yang masih mengganggap bahwa perbedaan itu adalah sesuatu yang harus dimusnahkan , seperti contohnya adanya kasus pembakaran gereja di aceh, di bawah ini adalah video kasus pembakaran gereja di aceh:


Dari video diatas dapat kita simpulkan bahwa di indonesia masih menganggap perbedaan itu adalah sebuah anacaman. di dalam blog ini akan saya jabarkan  betapa pentingnya anggapan bahwa perbedaan itu " Indah", Dan dengan kita beranggapan dan menjalankan itu di dalam masyarakat maka kejadian-kejadian seperti di video di atas tidak akan terjadi lagi. Pertama-tama saya akan membahas arti perbedaan khsusnya bagi agama katolik 
  • Hidup sosial dan kebudayaan menentukan hidup manusia yang konkret dan oleh karena itu juga menentukan iman dan agamanya. Iman yang lepas dari kehidupan masyarakat dan kebudayaan, bukanlah iman yang konkret dan sebetulnya bukan iman yang benar. Iman yang konkret selalu menyangkut hidup yang konkret, dan tidak dapat dilepaskan dari masyarakat serta kebudayaan. Maka kebudayaan bukanlah sesuatu yang asing bagi iman. “Inkulturasi” sebetulnya sesuatu yang aneh, seolah-olah ada iman di luar kebudayaan dahulu, yang kemudian mencoba masuk ke dalam suatu kebudayaan tertentu dan “mengenakan” kebudayaan itu bagaikan pakaian.
  • Dalam Gereja Katolik, ada pandangan yang lain. Wahyu berarti Allah yang menyapa manusia, dan iman itu jawabannya. Maka, supaya wahyu itu berarti bagi manusia, Allah berbicara dengan bahasa manusia, dan manusia menjawab dengan bahasa serta kebudayaannya sendiri. Khususnya kalau orang mulai berpikir mengenai imannya dan berbicara dengan orang lain, mau tidak mau, ia harus memakai bahasa dan kebudayaan yang ada di dalam masyarakat. Kalau tidak, ia tidak dapat berpikir dan tidak dapat berbicara. Maka di tempat yang sama Konsili Vatikan II juga berkata, “Gereja, di sepanjang zaman dan dalam pelbagai situasi, telah memanfaatkan sumber-sumber aneka kebudayaan, untuk menyebarluaskan dan menguraikan pewartaan Kristus kepada semua bangsa, untuk menggali dan makin menyelaminya, serta untuk mengungkapkannya secara lebih baik dalam perayaan liturgi dan dalam kehidupan jemaat beriman yang beranekaragam”. Hal ini sebenarnya bukan sesuatu yang sangat istimewa, sebab “kepercayaan terhadap Tuhan yang Maha Esa adalah kenyataan kebudayaan yang hidup dan dihayati oleh sebagian bangsa kita. Pada dasarnya, kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa itu merupakan warisan dan kekayaan rohaniah rakyat kita” (Pidato Kenegaraan, 16 Agustus 1978).
Di bawah ini akan saya berikan contoh konkrit Indahnya perbedaan , berikut adalah link bukti bahwa perbedaan itu Indah:


Dari berita diatas dapat kita lihat dengan jelas bahwa perbedaaan itu bukan hal yang perlu di cemaskan melainkan harusnya kita dukung agar dapat menjadi Indah . 

Sabtu, 24 Oktober 2015

Agama itu Menyempurnakan Bukan Memusnahkan

Kata Katolik berasal dari kata sifat bahasa Yunani. kata Katolik memiliki sejarah yang kaya sekaligus beberapa makna. Bagi sebagian pihak, istilah "Gereja Katolik" bermakna Gereja yang berada dalam persekutuan penuh dengan Uskup Roma.Sebagai murid Kristus, kita tidak hanya mengikuti sebuah buku, tetapi Seorang Pribadi, yaitu Yesus Kristus. Itulah sebabnya kita disebut sebagai “Christ-ian” atau Pengikut kristus. Pribadi yang kita ikuti dan kita jadikan pusat dalam hidup kita ini, adalah Pribadi yang mengasihi kita, yang menyatakan kasih-Nya itu dan mewahyukan Diri-Nya secara penuh kepada kita. Karena kasih-Nya yang sempurna inilah, Kristus ingin terus tinggal di tengah kita dan bersekutu/ bersatu dengan kita. Sebab kasih selalu menginginkan kebersamaan. Kristus menghendaki kebersamaan atau persekutuan antara kita dengan Dia, atas dasar kasih dan kebenaran, sebab Ia Allah yang adalah Sang Kasih (1 Yoh 4:8) dan Kebenaran (Yoh 14:6). Maka menjadi Katolik, pertama-tama adalah menanggapi dengan iman, pewahyuan Allah dan undangan-Nya kepada persatuan (komuni) dengan-Nya. Maka, menjadi Katolik adalah menjadi seorang Kristiani, titik. Sebab seorang Kristiani sudah seharusnya menerima segala yang diwahyukan Allah di dalam Kristus.

Katekismus Gereja Katolik mengajarkan, maksud manusia diciptakan menurut gambaran Allah (lih. Kej 1:26-27), adalah sebagai berikut: 

  • KGK 355 “Allah menciptakan manusia itu menurut citra-Nya, menurut citra Allah diciptakan-Nya dia: laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka” (Kej 1:27). Manusia menduduki tempat khusus dalam ciptaan: ia diciptakan “menurut citra Allah” (I); dalam kodratnya bersatulah dunia rohani dan dunia jasmani (II); ia diciptakan “sebagai laki-laki dan perempuan” (III); Allah menjadikan dia sahabat-Nya (IV)

Dalam ajaran agama Katolik dapat disimpulkan Bahwa Manusia adalah Mahluk yang berbudi dan mahluk yang dapat saling mengasihi sesamanya.Pada jaman ini ada berbagai faktor yang membuat Manusia menjadi tidak manusiawi seperti dengan adanya teknologi. 

Contoh gambar  Perbandingan Manusia dan Hewan









Dari gambar di atas dijlaskan bahwa manusia juga kadang memiliki sifat yang seperti hewan contoh nya dari sisi naturalis seperti Hewan diciptakan oleh Allah dengan  tidak memiliki akal budi seperti manusia sedangkan kadang-kadang manusia berbuat atau bertindak layaknya tidak memiliki akal budi seperti contohnya Manusia membunuh sesama manusia, lalu contoh berikutnya dapat dilihat dari sisi biologis yaitu manusia yang memakan manusia sendiri seperti Kasus Sumanto yang memakan manusia yang sudah mati. dari contoh-contoh tersebut dapat dilihat bahwa manusia juga memiliki sifat hewani yang seharusnya tidak ada di dalam kehidupan manusia.Dalam ajaran agama apapun hal itupun dilarang seperti contohnya dalam Agama Katolik yang sangat menentang adanya pembunuhan secara fisik ataupun pembunuhan secara jiwa, maksudnya disini pembunuhan secara jiwa yaitu membuat orang tidak memiliki keberanian untuk melakukan hal-hal manusiawi seperti dikutip dari kitab suci  (Yoh4:12)  Tidak ada seorangpun yang pernah melihat Allah. Jika kita saling mengasihi,Allah tetap di dalam kita, dan kasih-Nya sempurna di dalam kita. dari kutipan ayat ini dapat dilihat bahwa dalam ajaran Agama katolik Allah menghendaki umat nya untuk saling mengasihi sesama manusia.

Dari hasil penelitian di atas dapat dikatakan juga bahwa banyak manusia yang sudah lupa akan pentingnya Tuhan dalam Kehidupan. sebenarnya untuk membuat kita menjadi manusiawi itu cukup sederhana seperti contohnya dengan cara kita rajin beribadah ke gereja ataupun ingat akan pentingnya peran Tuhan di dalam kelangsungan kehidupan di dunia ini.Maka dari itu pada jaman ini sangat dibutuhkan orang-orang yang mempunyai iman yang Midle up ( iman yang tidak menentang pertentangan antar agama) , dengan adanya orang-orang yang memiliki iman yang midle up kita dengan mudahnya akan memiliki sifat manusiawi . orang-orang yang memiliki iman midle up ini disini berperan sebagai penengah bagi segala bentuk pertentangan Agama yang ada di dunia. 

 contoh gambar Kasus Iman Midle Up

Gambar diatas adalah contoh Real adanya manusia yang tidak memiliki iman yang midle Up yaitu kasus  bentrok antara mayoritas milisia Kristen dengan minoritas Muslim di wilayah konflik, Republik Afrika Tengah. jika ingin lebih jelas mengetahui konfliknya bisa membuka link dibawah ini  http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2014/04/140409_republik_afrika_ten

Menurutku dengan kita memiliki Iman yang midle up kita dapat membentuk anggapan Bahwa  "Agama itu menyempurnakan Bukan Memusnahkan" .