Sabtu, 14 November 2015

Indahnya Perbedaan

Di indonesia sudah kita ketahui ada berbagai macam suku,ras,budaya maupun Agama . Diantara perbedaan itu kita adalah satu , mengapa ? karena bagaimana pun juga  kita ini adalah ciptaan Sang maha kuasa yaitu Allah.maka dari itu alangkah baiknya  kalau kita mulai dari sekarang belajar untuk menerima  perbedaan dan mengaggap perbedaan itu "Indah" . Mengapa saya beranggapan begitu , karena dari yang saya lihat ada beberapa orang yang masih mengganggap bahwa perbedaan itu adalah sesuatu yang harus dimusnahkan , seperti contohnya adanya kasus pembakaran gereja di aceh, di bawah ini adalah video kasus pembakaran gereja di aceh:


Dari video diatas dapat kita simpulkan bahwa di indonesia masih menganggap perbedaan itu adalah sebuah anacaman. di dalam blog ini akan saya jabarkan  betapa pentingnya anggapan bahwa perbedaan itu " Indah", Dan dengan kita beranggapan dan menjalankan itu di dalam masyarakat maka kejadian-kejadian seperti di video di atas tidak akan terjadi lagi. Pertama-tama saya akan membahas arti perbedaan khsusnya bagi agama katolik 
  • Hidup sosial dan kebudayaan menentukan hidup manusia yang konkret dan oleh karena itu juga menentukan iman dan agamanya. Iman yang lepas dari kehidupan masyarakat dan kebudayaan, bukanlah iman yang konkret dan sebetulnya bukan iman yang benar. Iman yang konkret selalu menyangkut hidup yang konkret, dan tidak dapat dilepaskan dari masyarakat serta kebudayaan. Maka kebudayaan bukanlah sesuatu yang asing bagi iman. “Inkulturasi” sebetulnya sesuatu yang aneh, seolah-olah ada iman di luar kebudayaan dahulu, yang kemudian mencoba masuk ke dalam suatu kebudayaan tertentu dan “mengenakan” kebudayaan itu bagaikan pakaian.
  • Dalam Gereja Katolik, ada pandangan yang lain. Wahyu berarti Allah yang menyapa manusia, dan iman itu jawabannya. Maka, supaya wahyu itu berarti bagi manusia, Allah berbicara dengan bahasa manusia, dan manusia menjawab dengan bahasa serta kebudayaannya sendiri. Khususnya kalau orang mulai berpikir mengenai imannya dan berbicara dengan orang lain, mau tidak mau, ia harus memakai bahasa dan kebudayaan yang ada di dalam masyarakat. Kalau tidak, ia tidak dapat berpikir dan tidak dapat berbicara. Maka di tempat yang sama Konsili Vatikan II juga berkata, “Gereja, di sepanjang zaman dan dalam pelbagai situasi, telah memanfaatkan sumber-sumber aneka kebudayaan, untuk menyebarluaskan dan menguraikan pewartaan Kristus kepada semua bangsa, untuk menggali dan makin menyelaminya, serta untuk mengungkapkannya secara lebih baik dalam perayaan liturgi dan dalam kehidupan jemaat beriman yang beranekaragam”. Hal ini sebenarnya bukan sesuatu yang sangat istimewa, sebab “kepercayaan terhadap Tuhan yang Maha Esa adalah kenyataan kebudayaan yang hidup dan dihayati oleh sebagian bangsa kita. Pada dasarnya, kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa itu merupakan warisan dan kekayaan rohaniah rakyat kita” (Pidato Kenegaraan, 16 Agustus 1978).
Di bawah ini akan saya berikan contoh konkrit Indahnya perbedaan , berikut adalah link bukti bahwa perbedaan itu Indah:


Dari berita diatas dapat kita lihat dengan jelas bahwa perbedaaan itu bukan hal yang perlu di cemaskan melainkan harusnya kita dukung agar dapat menjadi Indah .