Kata Katolik berasal dari kata sifat bahasa Yunani. kata Katolik memiliki sejarah yang kaya sekaligus beberapa makna. Bagi sebagian pihak, istilah "Gereja Katolik" bermakna Gereja yang berada dalam persekutuan penuh dengan Uskup Roma.Sebagai murid Kristus, kita tidak hanya mengikuti sebuah buku, tetapi Seorang Pribadi, yaitu Yesus Kristus. Itulah sebabnya kita disebut sebagai “Christ-ian” atau Pengikut kristus. Pribadi yang kita ikuti dan kita jadikan pusat dalam hidup kita ini, adalah Pribadi yang mengasihi kita, yang menyatakan kasih-Nya itu dan mewahyukan Diri-Nya secara penuh kepada kita. Karena kasih-Nya yang sempurna inilah, Kristus ingin terus tinggal di tengah kita dan bersekutu/ bersatu dengan kita. Sebab kasih selalu menginginkan kebersamaan. Kristus menghendaki kebersamaan atau persekutuan antara kita dengan Dia, atas dasar kasih dan kebenaran, sebab Ia Allah yang adalah Sang Kasih (1 Yoh 4:8) dan Kebenaran (Yoh 14:6). Maka menjadi Katolik, pertama-tama adalah menanggapi dengan iman, pewahyuan Allah dan undangan-Nya kepada persatuan (komuni) dengan-Nya. Maka, menjadi Katolik adalah menjadi seorang Kristiani, titik. Sebab seorang Kristiani sudah seharusnya menerima segala yang diwahyukan Allah di dalam Kristus.
Katekismus Gereja Katolik mengajarkan, maksud manusia diciptakan menurut gambaran Allah (lih. Kej 1:26-27), adalah sebagai berikut:
- KGK 355 “Allah menciptakan manusia itu menurut citra-Nya, menurut citra Allah diciptakan-Nya dia: laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka” (Kej 1:27). Manusia menduduki tempat khusus dalam ciptaan: ia diciptakan “menurut citra Allah” (I); dalam kodratnya bersatulah dunia rohani dan dunia jasmani (II); ia diciptakan “sebagai laki-laki dan perempuan” (III); Allah menjadikan dia sahabat-Nya (IV)
Dalam ajaran agama Katolik dapat disimpulkan Bahwa Manusia adalah Mahluk yang berbudi dan mahluk yang dapat saling mengasihi sesamanya.Pada jaman ini ada berbagai faktor yang membuat Manusia menjadi tidak manusiawi seperti dengan adanya teknologi.
Contoh gambar Perbandingan Manusia dan Hewan
Dari gambar di atas dijlaskan bahwa manusia juga kadang memiliki sifat yang seperti hewan contoh nya dari sisi naturalis seperti Hewan diciptakan oleh Allah dengan tidak memiliki akal budi seperti manusia sedangkan kadang-kadang manusia berbuat atau bertindak layaknya tidak memiliki akal budi seperti contohnya Manusia membunuh sesama manusia, lalu contoh berikutnya dapat dilihat dari sisi biologis yaitu manusia yang memakan manusia sendiri seperti Kasus Sumanto yang memakan manusia yang sudah mati. dari contoh-contoh tersebut dapat dilihat bahwa manusia juga memiliki sifat hewani yang seharusnya tidak ada di dalam kehidupan manusia.Dalam ajaran agama apapun hal itupun dilarang seperti contohnya dalam Agama Katolik yang sangat menentang adanya pembunuhan secara fisik ataupun pembunuhan secara jiwa, maksudnya disini pembunuhan secara jiwa yaitu membuat orang tidak memiliki keberanian untuk melakukan hal-hal manusiawi seperti dikutip dari kitab suci (Yoh4:12) Tidak ada seorangpun yang pernah melihat Allah. Jika kita saling mengasihi,Allah tetap di dalam kita, dan kasih-Nya sempurna di dalam kita. dari kutipan ayat ini dapat dilihat bahwa dalam ajaran Agama katolik Allah menghendaki umat nya untuk saling mengasihi sesama manusia.
Dari hasil penelitian di atas dapat dikatakan juga bahwa banyak manusia yang sudah lupa akan pentingnya Tuhan dalam Kehidupan. sebenarnya untuk membuat kita menjadi manusiawi itu cukup sederhana seperti contohnya dengan cara kita rajin beribadah ke gereja ataupun ingat akan pentingnya peran Tuhan di dalam kelangsungan kehidupan di dunia ini.Maka dari itu pada jaman ini sangat dibutuhkan orang-orang yang mempunyai iman yang Midle up ( iman yang tidak menentang pertentangan antar agama) , dengan adanya orang-orang yang memiliki iman yang midle up kita dengan mudahnya akan memiliki sifat manusiawi . orang-orang yang memiliki iman midle up ini disini berperan sebagai penengah bagi segala bentuk pertentangan Agama yang ada di dunia.
![]() |
| contoh gambar Kasus Iman Midle Up |

