Di
indonesia sudah kita ketahui ada berbagai macam suku,ras,budaya maupun Agama .
Diantara perbedaan itu kita adalah satu , mengapa ? karena bagaimana pun juga
kita ini adalah ciptaan Sang maha kuasa yaitu Allah.maka dari itu
alangkah baiknya kalau kita mulai dari
sekarang belajar untuk menerima perbedaan dan mengaggap perbedaan itu "Indah" .
Mengapa saya beranggapan begitu , karena dari yang saya lihat ada beberapa
orang yang masih mengganggap bahwa perbedaan itu adalah sesuatu yang harus dimusnahkan , seperti contohnya adanya kasus pembakaran gereja di aceh, di bawah ini adalah video kasus pembakaran gereja di aceh:
Dari video diatas dapat kita simpulkan bahwa di indonesia masih menganggap perbedaan itu adalah sebuah anacaman. di dalam blog ini akan saya jabarkan betapa pentingnya anggapan bahwa perbedaan itu " Indah", Dan dengan kita beranggapan dan menjalankan itu di dalam masyarakat maka kejadian-kejadian seperti di video di atas tidak akan terjadi lagi. Pertama-tama saya akan membahas arti perbedaan khsusnya bagi agama katolik
- Hidup sosial dan kebudayaan menentukan hidup manusia yang konkret dan oleh karena itu juga menentukan iman dan agamanya. Iman yang lepas dari kehidupan masyarakat dan kebudayaan, bukanlah iman yang konkret dan sebetulnya bukan iman yang benar. Iman yang konkret selalu menyangkut hidup yang konkret, dan tidak dapat dilepaskan dari masyarakat serta kebudayaan. Maka kebudayaan bukanlah sesuatu yang asing bagi iman. “Inkulturasi” sebetulnya sesuatu yang aneh, seolah-olah ada iman di luar kebudayaan dahulu, yang kemudian mencoba masuk ke dalam suatu kebudayaan tertentu dan “mengenakan” kebudayaan itu bagaikan pakaian.
- Dalam Gereja Katolik, ada pandangan yang lain. Wahyu berarti Allah yang menyapa manusia, dan iman itu jawabannya. Maka, supaya wahyu itu berarti bagi manusia, Allah berbicara dengan bahasa manusia, dan manusia menjawab dengan bahasa serta kebudayaannya sendiri. Khususnya kalau orang mulai berpikir mengenai imannya dan berbicara dengan orang lain, mau tidak mau, ia harus memakai bahasa dan kebudayaan yang ada di dalam masyarakat. Kalau tidak, ia tidak dapat berpikir dan tidak dapat berbicara. Maka di tempat yang sama Konsili Vatikan II juga berkata, “Gereja, di sepanjang zaman dan dalam pelbagai situasi, telah memanfaatkan sumber-sumber aneka kebudayaan, untuk menyebarluaskan dan menguraikan pewartaan Kristus kepada semua bangsa, untuk menggali dan makin menyelaminya, serta untuk mengungkapkannya secara lebih baik dalam perayaan liturgi dan dalam kehidupan jemaat beriman yang beranekaragam”. Hal ini sebenarnya bukan sesuatu yang sangat istimewa, sebab “kepercayaan terhadap Tuhan yang Maha Esa adalah kenyataan kebudayaan yang hidup dan dihayati oleh sebagian bangsa kita. Pada dasarnya, kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa itu merupakan warisan dan kekayaan rohaniah rakyat kita” (Pidato Kenegaraan, 16 Agustus 1978).
Di bawah ini akan saya berikan contoh konkrit Indahnya perbedaan , berikut adalah link bukti bahwa perbedaan itu Indah:
Dari berita diatas dapat kita lihat dengan jelas bahwa perbedaaan itu bukan hal yang perlu di cemaskan melainkan harusnya kita dukung agar dapat menjadi Indah .

Perbedaan it akan mnjadi indah tergantung dr pribadi masing-masing dan artikel ini bgus sbgai pedoman diri pribadi .... Terimakasih untk artikelnya
BalasHapusPerbedaan it akan mnjadi indah tergantung dr pribadi masing-masing dan artikel ini bgus sbgai pedoman diri pribadi .... Terimakasih untk artikelnya
BalasHapusPerbedaan itu akan terasa indah bila masing masing penganut agama menghayati dan mengamalkan serta melaksanakan ajaranNya sesuai dengan kepercayaannya masing masing
BalasHapusPerbedaan itu akan terasa indah bila masing masing penganut agama menghayati dan mengamalkan serta melaksanakan ajaranNya sesuai dengan kepercayaannya masing masing
BalasHapusPerbedaan itu akan terasa indah bila masing masing penganut agama menghayati dan mengamalkan serta melaksanakan ajaranNya sesuai dengan kepercayaannya masing masing
BalasHapusPerbedaan itu akan terasa indah bila masing masing penganut agama menghayati dan mengamalkan serta melaksanakan ajaranNya sesuai dengan kepercayaannya masing masing
BalasHapusMari kita semua menjadi pribadi yang MAU dan BERANI menerima "perbedaan" terhadap apapun itu. Terlebih dalam beragama yang "riskan" untuk diperbandingkan. Segala perbedaan yang ada hendaknya dipahami sebagai sesuatu yang dapat mengisi dan melengkapi adanya keanekaragaman. Perbedaan bukan momok bagi kita, dan perbedaan itu legal. "The Difference is not a crime"
BalasHapusSuper sekali postingan anda sangat menginspirasi
BalasHapusArtikel yg menginspirasi 😊
BalasHapusperbedaaan itu bukan hal yang perlu di cemaskan melainkan harusnya kita dukung agar dapat menjadi Indah. Good artikel smoga menginspirasi
BalasHapusNice artikel kawan!!
BalasHapusArtikel yang menginspirasi.. Nice pokok nya..
BalasHapus